Portal Penyejuk Hati

Ma'had Aly Al-Ihsan

Jaddung Pragaan Sumenep Madura

Cuci Hati Seorang Sufi


        Di ceritakan bahwasanya ada seorang laki-laki bernama ISHOM BIN YUSUF mendatangi majelis ta’lim HATIM AL-ASHOM.

Ishom bertanya kepada Hatim : “wahai Aba Abdirrahman! Bagaimana caranya engkau melakukan sholat?.

Hatim menjawab : “apabila sudah datang waktu sholat, aku bangkit untuk melakukan wudlu’ secara lahir maupun bathin”.

Ishom : “bagaimana cara melakukan wudlu’ bathin?”.

Hatim : “adapun wudlu’ lahir dengan cara membasuh anggota wudlu’ dengan air, sedangkan wudlu’ bathin adalah dengan cara membasuh bathinku dengan 7 hal:

  • Dengan bertaubat
  • Dengan adanya penyesalan
  • Dengan meninggalkan mencintai duniawi
  • Meninggalkan rasa senang dari pujian masyarakat
  • Meninggalkan rasa senang menjadi pemimpin
  • Meninggalkan rasa dendam
  • Meninggalkan rasa dengki

        Selesai wudlu’ aku pergi ke masjid, mempersiapkan diri untuk melakukan shalat. Aku berdiri diantara hajadku dan rasa takut kepada Allah. Aku merasa bahwa Allah memandangiku, surga disebelah kananku dan neraka disebelah kiriku, malaikat maut dibelakangku, serta seolah-olah aku meletakkan kedua kakiku diatas shirathal mustaqim. Aku menduga bahwa shalatku ini adalah shalat terakhirku yang aku lakukan. Kemudian aku niat dan membaca takbir dengan baik, aku membaca al-fatihah dan ayat al-qur’an dengan tafakkur (memikirkan artinya), kemudian aku ruku’ dengan tawadlu’ (merendahkan diri ), dan sujud dengan tadlarru’ (mendekatkan diri ) dan membaca salam dengan ikhlash.

Ishom : “inilah sesuatu yang tidak mampu dilakukan siapapun selain kamu”. Kemudian dia menangis sejadi-jadinya.”

       Sobatku semua, cerita diatas merupakan adab tatakrama orang-orang sholeh dalam beribadah, semoga cerita diatas tersebut bisa kita ambil manfa’atnya dan terlebih bisa kita amalkan semampunya.

Oleh : Umie.

Editor : Shafiati Azizah

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca