Portal Penyejuk Hati

Ma'had Aly Al-Ihsan

Jaddung Pragaan Sumenep Madura

PESONA SANTRI

Santri, siapa itu santri?, santri adalah pelajar yang hidup di lingkungan para pendidik sejati, yang berjuang dalam mengais ilmu, dituntun para sosok berakhlaq tinggi. Santri itu memiliki keistimewaan tersendiri dalam setiap hati, sebab santri dapat berdekatan dengan pewaris nabi, yakni kiyai. Santri itu penerus ahlus shuffah yang hidup mengabdi pada nabi Muhammad S.A.W., para pejuang spiritual yang menetap di serambi masjid nabawi. Nah, pertanyannya, sudahkah kita para santri meniru akhlaq para kiayi?,  bukankah kita sering mengelu-elukan bahwa mereka adalah panutan, yang segala tingkah lakunya kita abadikan, yang seluruh ucapan indahnya kita renungkan?, jika jawabannya iya, maka hal apa yang sudah kita teladani dari mereka?.

Coba kita tilik dari hal yang kelihatannya sederhana namun pada kenyataannya adalah hal yang perlu dipelihara secara luar biasa, yakni cara santri bertutur sapa. Sudahkah kita meneladani sang kiyai dalam bertutur sapa?. Pada kenyataannya, melihat kenyataan yang ada, kita sering lupa memelihara ucapan kita. Di era modern ini budaya santri seolah tak lagi murni, ada banyak celupan budaya luar yang dengan cepat merebak sehingga tanpa sadar telah melenyapkan perlahan demi perlahan pesona seorang santri. Jika dulu santri diidentik dengan budi pekerti yang luhur, maka saat ini hal itu tak bisa lagi dijadikan tolak ukur.

Jika kita mau berfikir lebih teliti lagi, sesungguhnya Allah menciptakan kehidupan ini dengan begitu indah dan menggugah. Allah menciptakan semesta mempesona diiringi tata hidup yang luar biasa. Salah satu bukti ialah Allah menciptakan islam, dan dalam islam Allah menciptakan aturan, sehingga kehidupan ini tertata dengan begitu sempurna. Contoh sederhananya dalam hal berbicara ini Allah menuntas ulas etika berbicara dalam ilmu akhlaq. Begitu rinci hingga hal-hal terkecilpun. Salah satu contoh kecilnya, dianjurkan memanggil lawan bicara dengan julukan yang disenangi oleh lawan bicara tersebut. Dianjurkan memperhatikan serta mendengar dengan tenang apa yang dibicarakan, agar ia merasa senang sebab merasa begitu dihargai.

Jika kita benar-benar berusaha mengikuti aturan-aturan itu maka niscaya kehidupan ini akan begitu damai, kehidupan ini akan berjalan begitu santun. Ucapan yang baik akan selalu meluluhkan hati, akan selalu menarik retina mata untuk memperhatikan, akan selalu menggoda pendengaran untuk lebih seksama mendengarkan, juga akan mengajak bibir menyabit terkesan. Dalam surah Al-ibrahim Ayat 24-26, Allah mengumpamakan ucapan yang baik dengan sebuah pepohonan yang akarnya kokoh mencengkram bumi dan cabangnya meluas mencapai langit dan pohon itu menghasilkan buah setiap waktu. Sedangkan ucapan yang buruk diumpamakan dengan sebuah pohon yang buruk, yang akarnya dicabut dari bumi.

Jadi alangkah baiknya jika kita lebih menjaga apapun yang akan kita ucapkan. Sebagaimana yang kita tahu bahwa pesona santri itu terletak pada akhlaq yang bagus. Mari kita pertahankan, mari kita berusaha kembali mengembalikan semerbak wewangian dunia pesantren.

Jika saat ini kita belum merasakan dampak luar biasa dari setiap ucapan yang baik, maka kelak kita akan merasa ketika kita sadar bahwa seluruh petuah guru-guru telah menjadi motivasi, telah menjadi perantara kembali bangkit dari keterpurukan. Dan pada saat itu kita akan tahu seberapa pentingnya meneladani kesatunan para pendidik hati.

Penulis: Dandelion

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca