Oleh Su’aidi*)
Saat matahari tampak menyunggingkan senyumnya, Kang-kang santri sedang istirahat sekedar melepas penat sambil menunggu kegiatan berikutnya. Diantara mereka ada yang ngerumpi, tidur-tiduran, ada juga yang asyik murajaah hafalannya. Ketika mereka keasyikan dengan keadaannya, terdapat dua santri duduk manis depan musholla sembari menunggu Sang Kiai. Sebut saja dia Salam dan Roy.
"Ey, lagi apaan, di sini?" tanya Roy.
"Yah, nungguin Kiai rawuh, dong…". Salam menimpali.
“Lah... tumben loo..." Roy keheranan.
"Tadi malam kamu tidak dengar, apa? maklum laah, kerjaan kamu kalau ngaji, kan turu terus ya. Aahhaaaha.." jawab Salam sambil mengejek.
"Ewwh.. .endak... ada apa emang?". Roy balik bertanya.
"Barang siapa yang membalikkan sandal Kiai, maka ia akan mendapat barokahnya". Salam sedikit menjelaskan.
“Oohh.. tadi malam saya emang ngantuk bangeet, jadi saya gak tahu". Roy mulai sadar diri.
Sesaat kemudian, Cekreeeek… gagang pintu berbunyi pertanda Kiyai datang dan beliau langsung ke musholla. Diteruskan oleh Salam dengan membalik sandal Kiai, tapi dengan cara yang aneh. Bagian atas dibalik ke bawah dan yang bawah dibalik ke atas. Respect, Roy mengatakan "Lolololo... Gak bahaya tah?. Roy ketawa terpingkal-pingkal melihat tindakan Salam yang sering Lap-mahelap.
*)Pimpinan Redaksi Mading Mahesa